Berhentilah berpikir “Aku tidak bisa”

Menyembunyikan pikiran kerdil di dalam hati tetap akan terpancar kelemahan diri. Pikirkan keberhasilan, walaupun kita tidak mengucapkannya. Dan rasakan, dunia akan terasa lebih terang.

Hal utama yang membedakan antara orang yang berhasil dengan orang yang gagal dalam kehidupan ini adalah perbedaan cara berpikir. Orang yang gagal bukan berarti tidak punya kemampuan untuk berhasil. Orang gagal semata-mata karena mereka tidak mempunyai ide atau pikiran yang memungkinkan untuk berhasil.

Untuk mengetahui mengapa seseorang gagal dalam hidupnya, dapat kita lihat dari apa yang mereka pikirkan dan katakan. Apa yang terjadi kalau seseorang mengatakan, “Beginilah nasibku. Aku sudah menjalani kehidupan seperti ini dari tahun ke tahun dan tak banyak perubahan yang terjadi padaku. Ini sudah nasibku.” Kalau seseorang mengatakan seperti itu, maka dia sudah menutup pikirannya dan menutup segala kemungkinan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Pikiran, perasaan, dan perkataan kita yang kerdil, akan memancarkan kelemahan pada diri kita.

Orang-orang “kerdil” seperti ini cenderung menyalahkan orang tua atau nenek moyangnya karena membawa bibit keturunan yang kurang baik, atau menyalahkan keluarga yang membesarkannya karena tidak mengajarkan sesuatu yang baik. Atau bahkan menyalahkan lingkungan masyarakatnya hingga orang lain yang berada di ujung dunia pun akan disalahkannya. Pikiran tidak berdaya inilah yang membelenggu seseorang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Merasa tidak berdaya menyebabkan sikap, tindakan, kebiasaan, dan karakternya pun bergerak menuju ketidakberdayaan.

Bagaimana mengubah diri dari pikiran tidak berdaya menuju diri yang sanggup menatap masa depan yang lebih baik, lakukan langkah berikut ini.

Pertama, lenyapkan pikiran tidak berdaya dalam diri dengan alasan apapun. Misalnya, karena pendidikan rendah, tidak punya pengalaman, tidak punya waktu, tidak punya modal, atau alasan lainnya yang serupa.

Kedua, sadari dan yakini bahwa Sang Pencipta telah memberikan anugerah yang luar biasa pada diri kita berupa kesadaran diri, imajinasi, hati nurani, dan kehendak. Jika kita menggunakan anugerah itu dengan optimal dalam kehidupan ini, maka kita akan bisa mencapai cita-cita kita.

Ketiga, pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Manfaatkan dan maksimalkan kemampuan yang ada pada diri kita.

Keempat, mulailah dari hal-hal yang bisa kita lakukan. Hidup ini akan menjadi rumit dan melelahkan jika kita bertindak diluar jangkauan kita. Berpikir dan bertindaklah atas hal-hal yang bisa kita lakukan. Kerjakan sesuatu itu dengan sungguh-sungguh, sekuat tenaga.

Kelima, buatlah komitmen dalam diri kita untuk menjadikan diri kita menjadi manusia pembelajar. Manusia yang memiliki kesadaran diri untuk terus memperbaiki diri dan berani untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik.

Keenam, mulai detik ini, berpikirlah selalu “Aku Pasti Bisa” serta iringi dengan meningkatkan kemampuan (skill) diri.

Ketujuh, berdo’alah (─red).

Sumber:

John Bews, Permainan Berpikir: Jabal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: